Tampilkan postingan dengan label Metode Riset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Riset. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 November 2011

METODE RISET 7


BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1       Kesimpulan
Berdasarkan penelitian tentang pengaruh harga, fitur canggih, dan sasaran pasar anak muda terhadap kepuasan pelanggan pada produk IM3 di Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma kelas 3EA PTA 2011-2012, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

Dari hasil regresi linear berganda dan uji t diatas  menunjukkan bahwa ketiga koefisien regresi tersebut bertanda positif dan signifikan. Dari ketiga variable tersebut, menunjukkan bahwa variable harga paling berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan IM3 dengan nilai tertinggi. Responden menilai kalau harga yang ditawarkan IM3 jauh lebih murah dibandingkan dengan provider lain sehingga lebih mempengaruhi untuk mendorong kepuasan pelanggan IM3 di Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma kelas 3EA PTA 2011-2012. Namun, variable lain seperti fitur canggih dan sasaran pasar anak muda juga berpengaruh dalan kepuasan pelanggan IM3 di Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma kelas 3EA PTA 2011-2012.
5.2       Saran
Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, maka diajukan saran-saran sebagai pelengkap terhadap hasil penelitian sebagai berikut :
5.2.1    Saran Untuk Perusahaan
1. Perusahaan perlu meningkatkan kualitas produk IM3 terutama pada sinyal IM3 untuk mempertahankan loyalitas pelanggan. Karena kualitas produk yang baik akan menimbulkan kepuasan pelaanggan pada suatu produk sehingga mendorong untuk melakukan pembelian ulang pada merek yang sama.
2. Indosat IM3 merupakan operator selular dengan segmen pasar anak muda. Agar mereka tetap loyal terhadap produk IM3, perusahaan perlu membuat desain yang menarik dan mengikuti trend saat ini karena anak muda mempunyai karakter yang ingin selalu mengikuti perkembangan jaman.
3. Segmen pasar IM3 yang sebagian anak muda harus menjadi pertimbangan utama perusahaan dalam menetapkan harga. Hal ini dikarenakan mayoritas anak muda belum mempunyai penghasilan. Perusahaan harus mempertimbangkan harga yang terjangkau untuk pelanggan agar mereka tetap melakukan pembelian ulang pada IM3 yang nantinya akan mendorong loyalitas pelanggan.
5.2.2    Saran Untuk Penelitian Mendatang
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor selain harga, fitur canggih serta sasaran pasar anak muda yang berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada produk IM3 di Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma Kelas 3EA PTA 2011-2012. Hal ini dikarenakan, dalam penelitian ini ketiga variabel tersebut hanya mampu menjelaskan sebagian variasi kepuasan pelanggan. Penelitian ini belum memasukkan variabel atas aspek lain yang mungkin dapat mempengaruhi dan menyempurnakan hasil penelitian ini. Untuk penelitian yang akan datang disarankan untuk meneliti operator selular dengan merek-merek lainnya yang mungkin mengalami permasalahan yang hampir sama dengan operator selular IM3. Selain itu disarankan juga untuk mencari ruang lingkup populasi yang berbeda dan lebih luas dari populasi dalam
penelitian ini.
5.2.3    Kekurangan Penelitian
Penelitian ini juga masih memiliki keterbatasan – keterbatasan. Denga keterbatasan ini, diharapkan dapat dilakukan perbaikan untuk penelitian yang akan datang. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini antara lain :
1.      Jumlah responden belum bisa menggambarkan kondisi riil yang sesungguhnya.
2.      Jumlah variable belum bias mewakili beberapa variable yang tidak diteliti.


METODE RISET 6


BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1       Deskripsi Obyek Penelitian
Penelitian ini akan membahas secara ringkas tentang gambaran umum perusahaan dan gambaran umum responden.
4.1.1    Gambaran Umum Perusahaan
4.1.1.1 Sejarah Singkat PT. Indosat Tbk.
Indosat didirikan pada tahun 1967 sebagai Perusahaan Modal Asing, dan memulai operasinya pada tahun 1969. Pada tahun 1980 Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Hingga sekarang, Indosat menyediakan layanan telekomunikasi internasional seperti SLI dan layanan transmisi televisi antar bangsa.
PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) didirikan pada tahun 1993 di bawah pengawasan PT Indosat yang baru mulai beroperasi pada tahun 1994 sebagai operator GSM. Pendirian Satelindo sebagai anak perusahaan Indosat menjadikan ia sebagai operator GSM pertama di Indonesia yang mengeluarkan kartu prabayar Mentari dan pascabayar Matrix.
Pada tahun 1994, Indosat memperdagangkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta, Bursa Efek Surabaya, dan New York Stock Exchange. Indosat merupakan perusahaan pertama yang menerapkan obligasi dengan konsep syariah pada tahun 2002. Setelah itu, pengimplementasian obligasi syariah Indosat mendapat peringkat AA+. Nilai emisi pada tahun 2002 sebesar Rp 175.000.000.000,00. dalam tenor lima tahun. Pada tahun 2005 nilai emisi obligasi syariah Indosat IV sebesar Rp 285.000.000.000,00. Setelah tahun 2002 penerapan obligasi syariah tersebut diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya.
Memasuki abad ke-21, Pemerintah Indonesia melakukan deregulasi di sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian, Telkom tidak lagi memonopoli telekomunikasi Indonesia. Pada tahun 2001 Indosat mendirikan PT Indosat Multi Media Mobile (IM3) dan ia menjadi pelopor GPRS dan multimedia di Indonesia, dan pada tahun yang sama Indosat memegang kendali penuh PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo).
Pada akhir tahun 2002 Pemerintah Indonesia menjual 41,94% saham Indosat ke Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd.. Dengan demikian, Indosat kembali menjadi PMA. Pada bulan November 2003 Indosat mengakuisisi PT Satelindo, PT IM3, dan Bimagraha.
Penjualan 41,94% saham Indosat tersebut menimbulkan banyak kontroversi. Pemerintah RI terus berupaya untuk membeli kembali (buyback) saham Indosat tersebut agar pemerintah menjadi pemegang saham yang mayoritas dan menjadikan kembali Indosat sebagai BUMN, namun hingga kini upaya pemerintah tersebut belum terealisasi akibat banyaknya kendala.
4.1.1.2 Profil Singkat IM3
           
Slogan : “Meraih Mimpi bersama IM3”
IM3 adalah sebuah layanan selular pra-bayar yang dengan kemampuan isi ulang yang dimiliki oleh Indosat. Dengan adanya IM3, maka Indosat menjadi operator pertama yang meluncurkan GPRS< MMS, Video Streaming hingga java games di seluruh Indonesia. IM3 tersedia dengan layanan broadband, layanan paket data dengan kecepatan tinggi hingga 2 Mpbs dan paket-paket lainnya.
4.1.2    Gambaran Umum Responden
Responden dalam penelitian ini adalah pembeli sekaligus pemakai produk IM3. Hal ini sesuai dengan metode pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini, yaitu non probability sampling, yaitu teknik sampling yang tidak memberikan kesempatan sama bagi setiap anggota populasi untuk dijadikan sampel.
4.2       Hasil Perhitungan & Analisis
4.2.1    Uji Validitas
Tabel 4.1
Hasil Pengujian Validitas
No.
Indicator
r Hitung
r Tabel
Keterangan
1
Harga
-          Indicator 1
-          Indicator 2
-          Indicator 3

0.0718
0.3740
0.5115

0.198
0.198
0.198

Valid
Valid
Valid
2
Fitur Canggih
-          Indicator 1
-          Indicator 2
-          Indicator 3

0.6087
0.3186
0.3381

0.198
0.198
0.198

Valid
Valid
Valid
3
Sasaran Pasar Anak Muda
-          Indicator 1
-          Indicator 2
-          Indicator 3

0.6731
0.1554
0.0513

0.198
0.198
0.198

Valid
Valid
Valid
4
Kepuasan Pelanggan
-          Indicator 1
-          Indicator 2
-          Indicator 3

0.3151
0.5574
0.5574

0.198
0.198
0.198

Valid
Valid
Valid

Adapun kriteria yang digunakan dalam menentukan valid tidaknya pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : tingkat kepercayaan = 95 persen (a= 5 persen), derajat kebebasan (df) = n – = 42 – 2 = 40, didapat r tabel = 0,198. Jika r hitung (untuk tiap butir dapat dilihat pada kolom Corrected Item Total Correlation) lebih besar dari r tabel dan nilai r positif, maka butir pernyataan dikatakan valid (Ghozali, 2005).
Tabel 4.1 diperoleh bahwa semua indikator yang digunakan untuk mengukur variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai koefisien korelasi yang lebih besar dari rtable = 0,198 (nilai r tabel untuk n=42), sehingga dapat disimpulkan bahwa semua indikator tersebut adalah valid.
4.2.2    Analisis Regresi Linear
Analisis regresi linear berganda digunakan dalam penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Perhitungan statistik dalam analisis regresi linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan bantuan program komputer R Commander. Ringkasan hasil pengolahan data dengan menggunakan program R Commander tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel 4.2
Ringkasan Hasil Regresi

Dari hasil tersebut apabila ditulis dalam bentuk standardized dari persamaan regresinya adalah sebagai berikut :
Y = -8,4925+1.2910 X1 + 0.7761X2 + 1.0075 X3 + e
            Dari persamaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
  1. Konstanta (α) -8.4925 menunjukan harga konstanta, dimana jika variabel X1 dan X2 = 0 maka citra merek (Y) = -8.4925
  2. Variable harga  X1 (b1) = 1.2910 menunjukan bahwa setiap penambahan 1 pelanggan yang terpuaskan akan layanan harga yang ditawarkan IM3 maka akan ada penambahan kepuasan pelanggan sebesar 1.2910 tsb, dst…
4.2.3    Uji Parsial (Uji T)
Uji t dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variable independen (kualitas produk, harga dan sasaran pasar anak muda) secara individual dalam menerangkan variabel dependen (kepuasan pelanggan).
a.       Variabel Harga
Ho : b1 = 0 : Tidak ada pengaruh harga terhadap kepuasan pelanggan.
Ha : b1 > 0 : Adanya pengaruh harga terhadap kepuasan pelanggan.
Hasil pengujian dengan R Commander diperoleh untuk variabel X1 (Harga) diperoleh nilai sign t = -2.4495. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05, nilai signifikansi tersebut berada di bawah taraf 5%, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, maka Hipotesis pertama diterima.
b.      Variabel Fitur Canggih
Ho : b2 = 0 : Tidak ada pengaruh fitur canggih terhadap kepuasan pelanggan.
Ha : b2 > 0 : Adanya pengaruh fitur canggih terhadap kepuasan pelanggan.
Hasil pengujian dengan R Commander diperoleh untuk variabel X2 (fitur canggih) diperoleh nilai sign t = -8.5732. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05, nilai signifikansi tersebut berada di bawah taraf 5%, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, maka Hipotesis kedua diterima.
c.       Sasaran Pasar Anak Muda
Ho : b3 = 0 : Tidak ada pengaruh sasaran pasar anak muda terhadap kepuasan pelanggan.
Ha : b3 > 0 : Adanya pengaruh sasaran pasar anak muda terhadap kepuasan pelanggan.
Hasil pengujian dengan R Commander diperoleh untuk variabel X1 (Harga) diperoleh nilai sign t = -14.6969. Dengan menggunakan batas signifikansi 0,05, nilai signifikansi tersebut berada di bawah taraf 5%, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, maka Hipotesis ketiga diterima.
Dari hasil regresi linear berganda dan uji t diatas  menunjukkan bahwa ketiga koefisien regresi tersebut bertanda positif dan signifikan. Dari model diatas dapat dijelaskan lebih lanjut yakni sebagai berikut:
1. Variabel Harga (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan (Y) dengan nilai regresi 1.2910 dan nilai sign t = -2.4495
2. Variabel Fitur Canggih (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan (Y) dengan nilai regresi 0.7761 dan nilai sign t  = -8.5732
3. Variabel Sasaran Pasar (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan (Y) dengan nilai regresi 1.0075 nilai sign t = -14.6969